Pupuk Organik GRAMOFERT

Pupuk Organik Keunggulan Pupuk GRAMOFERT

Pupuk Organik Granul GRAMOFERT
Pupuk Organik Granul GRAMOFERT
Pupuk Organik Granul
Bentuk Pupuk Organik

Pupuk Organik- Pupuk Organik GRAMOFERT (Granul Malingping Fertilizert) adalah zat hara tanaman yang berasal dari bahan organik tersusun dari material kotoran ayam, kotoran sapi, blotong, kaptan dan mikroba yang sudah dipermentasi dengan mengutamakan standar kualitas produk yang unggul dalam tahapan produksinya, sebelum dipasarkan Pupuk Organik GRAMOFERT dilakukan Uji Mutu dan Uji Efektifitas oleh Laboratorium Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran Bandung.

 

Uji Mutu dan Uji Efektifitas adalah prosed

ur yang wajib dilaksanakan oleh setiap produsen pupuk sebelum produk tersebut dapat dipasarkan. Hasil Uji Mutu dan Uji Efektivitas merupakan ketentuan dari Kementerian Pertanian yang dimaksudkan untuk melindungi konsumen dalam hal ini petani dari pengaruh buruk akibat penggunaan pupuk yang tidak sesuai. Penilaian keefektifan pupuk lebih ditekankan pada aspek teknis-agronomis. Pengujian Mutu dan Efektivitas pupuk organik ini dimaksudkan untuk mengetahui berapakah dosis yang memberikan efek produktivits tertinggi terhadap tanaman. Introduksi dosis yang bervariasi dari level terkecil sampai tertinggi juga dikaitkan dengan keuntungan usahatani padi sawah pada level pemupukan tersebut.

  • SINAR MAKMUR ORGANIK adalah Perusahaan berbentuk Perseroan yang bergerak di bidang perindustrian dan perdagangan di sektor pertanian yang komprehensif dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional dengan memproduksi Pupuk Organik Granul yang didirikan pada Tahun 2010 yang berlokasi di Jl. Raya Malingping-Saketi KM. 10 Desa Cipeundeuy Kab. Lebak Banten 42391.
  • SINAR MAKMUR ORGANIK Mempunyai keyakinan akan dapat memenuhi seluruh kebutuhan pupuk organik untuk para petani baik sekarang maupun dimasa yang akan datang.

Berbekal dengan pengalaman lebih dari 12 tahun bermitra dengan Perusahaan BUMN dalam hal memproduksi Pupuk Organik bersubsidi dengan merek dagang Petroganik didukung oleh sumber daya manusia dan bahan baku yang berkualitas dengan fasilitas pendukung Lab Uji kualitas  secara berkala.

Keunggulan dan Manfaat Pupuk Organik Granul GRAMOFERT

Keutamaan pupuk organik “GRAMOFERT” ini disamping mengandung unsur hara mikro yang tidak dimiliki oleh pupuk anorganik, juga memiliki kandungan unsur hara P yang relatif lebih tinggi dibandingkan pupuk organik lainnya yakni sebesar 4,90% serta mengandung 1,09% N dan 0,36% K. Melalui penggunakan pupuk organik ini, diharapkan akan mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik dalam sistem budidaya yang berlangsung.

  • Memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan sehat sehingga unsur hara dapat diserap akar tanaman.
  • Meningkatkan daya simpan air tanah sehingga ketersediaan air dalam tanah menjadi lebih banyak
  • Menjadi penyangga unsur hara dalam tanah sehingga pemupukan menjadi lebih efektif dan ekonomis
  • Dapat digunakan untuk semua jenis tanah dan jenis tanaman

Kelebihan Dari Pupuk Organik Granul GRAMOFERT :

  • Bentuk granul yang lebih sempurna dan tidak mudah hancur.
  • Semakin Tahan lama dan Juga Mempermudah proses penyimpanan.
  • Dengan Bentuk Granul lebih mudah dalam mempergunakannya bersamaan maupun terpisah dengan pupuk anorganik
  • dapat memberikan efektivitas terhadap hasil tanaman
  • diperkaya mixroba

Hasil Uji Mutu GRAMOFERT

Pupuk organik merk “GRAMOFERT” dari PT Sinar Makmur Organik mengandung sejumlah unsur hara (UH) diatas persyaratan uji mutu. Hal ini dapat kita lihat dari kadar C-organik, kadar air, hara makro, hara mikro, pH, dan parameter lainnya. Pupuk organik merk “GRAMOFERT” memiliki kadar Kandungan sebagai berikut :

C-organik sebesar 23,22%; kadar air 8,80%; hara makro (N sebesar 1,09%; P sebesar 4,90%; K sebesar 0,36%); hara mikro (Fe tersedia sebesar 6,55 ppm; total Fe sebesar 6938,89 ppm; Zn sebesar 403,14 ppm); pH 8,40 dan ukuran butir 89,42%. Untuk analisis lainnya memberikan nilai tidak terdeteksi untuk logam berat As dan Hg sedangkan Pb, Cd, Ni dan Cr masing-masing memiliki nilai berturut-turut 9,71 ppm; 0,62 ppm; 44,28 ppm; dan 104,25 ppm yang berada dalam batas ambang toleransi sehingga aman bagi lingkungan ketika diaplikasikan di lapangan

 Cara Penggunaan Pupuk Organik GRAMOFERT

Ditaburkan sebagai pupuk dasar saat pengolahan lahan terakhir

  • Pangan 500.Kg/Hektar
  • Hortikultura 2.000.Kg/Hektar
  • Perkebunan 2-3 Kg/Pohon
  • Perikanan 500.Kg/Hektar

 

MANFAAT PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK

Sejarah penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian daripada sejarah pertanian. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah dimulai sejak permulaan manusia mengenal bercocok tanam, yaitu sekitar 5.000 tahun yang lalu. Bentuk primitif dari penggunaan pupuk salah satunya pupuk organik granul dalam memperbaiki kesuburan tanah dimulai dari kebudayaan tua manusia di daerah aliran sungai-sungai Nil, Efrat, Indus, Cina, dan Amerika Latin. Lahan-lahan pertanian yang terletak di sekitar aliran-aliran sungai tersebut sangat subur karena menerima endapan lumpur yang kaya hara melalui banjir yang terjadi setiap tahun.

Di Indonesia, pupuk organik sudah lama dikenal para petani. Penduduk Indonesia sudah mengenal pupuk organik sebelum diterapkannya revolusi hijau di Indonesia. Setelah revolusi hijau, kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis menggunakannya, jumlahnya jauh lebih sedikit dari pupuk organik, harganya pun relatif murah dan mudah diperoleh.

Kebanyakan petani sudah sangat tergantung pada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian. Tumbuhnya kesadaran para petani akan dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan telah membuat mereka beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.

Pupuk organik sendiri merupakan pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya.

Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

Berbagai hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif menurun produktivitasnya dan telah mengalami degradasi lahan, terutama terkait dengan sangat rendahnya kandungan karbon organik dalam tanah, yaitu 2%. Padahal untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan karbon organik sekitar 2,5%.

Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan. Sumber bahan untuk pupuk organik sangat beranekaragam, dengan karakteristik fisik dan kandungan kimia yang sangat beragam sehingga pengaruh dari penggunaan pupuk organik terhadap lahan dan tanaman dapat bervariasi.

Selain itu, peranannya cukup besar terhadap perbaikan sifat fisika, kimia biologi tanah serta lingkungan. Pupuk organik yang ditambahkan ke dalam tanah akan mengalami beberapa kali fase perombakan oleh mikroorganisme tanah untuk menjadi humus. Bahan organik juga berperan sebagai sumber energi dan makanan mikroba tanah sehingga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tersebut dalam penyediaan hara tanaman.

Penambahan bahan organik di samping sebagai sumber hara bagi tanaman, juga sebagai sumber energi dan hara bagi mikroba. Bahan dasar pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman sedikit mengandung bahan berbahaya. Penggunaan pupuk kandang, limbah industri dan limbah kota sebagai bahan dasar kompos berbahaya karena banyak mengandung logam berat dan asam-asam organik yang dapat mencemari lingkungan.

Selama proses pengomposan, beberapa bahan berbahaya ini akan terkonsentrasi dalam produk akhir pupuk. Untuk itu diperlukan seleksi bahan dasar kompos yang mengandung bahan-bahan berbahaya dan beracun (B3). Pupuk organik dapat berperan sebagai pengikat butiran primer menjadi butir sekunder tanah dalam pembentukan pupuk. Keadaan ini memengaruhi penyimpanan, penyediaan air, aerasi tanah, dan suhu tanah. Bahan organik dengan karbon dan nitrogen yang banyak, seperti jerami atau sekam lebih besar pengaruhnya pada perbaikan sifat-sifat fisik tanah dibanding dengan bahan organik yang terdekomposisi seperti kompos.

Pupuk organik memiliki fungsi kimia yang penting seperti penyediaan hara makro (nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur) dan mikro seperti zink, tembaga, kobalt, barium, mangan, dan besi, meskipun jumlahnya relatif sedikit.[8] Unsur hara makro dan mikro tersebut sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, terutama bagi pencinta tanaman hias. Banyak para pelaku hobi dan pencinta tanaman hias bertanya tentang komposisi kandungan pupuk dan prosentase kandungan nitrogen, fosfor dan kalium yang tepat untuk tanaman yang bibit, remaja, atau dewasa/indukan.

Dengan demikian, penggunaan Pupuk Organik mempunyai banyak manfaat apabila diaplikasikan dalam pemupukan lahan tanaman pertanian. Adapun penekanan pemakaian pupuk organik secara kontinu dan berkesinambungan akan memberikan keuntungan dan manfaat dalam pemakaian jangka panjang :

  1. Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman.
  2. Pupuk organik berperan dalam pelepasan hara tanah secara perlahan dan kontinu sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang dapat membuat tanaman menjadi keracunan.
  3. Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman
  4. Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah dalam arti komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji.
  5. Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara.
  6. Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah.
  7. Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah
  8. Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan.
    Namun demikian, perlu juga disadari bahwa keuntungan dan manfaat ganda diatas yang tidak didapatkan dalam pemakaian murni dengan pupuk anorganik/buatan/kimia. Langkah terbaik adalah mengkombinasikan pemakaian pupuk kimia dengan pupuk organik secara tepat sehingga tujuan awal untuk menambah kesuburan tanah dan peningkatan produktiftas tanaman pertanian terbukti nyata, atau penggabungannya disebut dengan Fisika, Kimia dan Biologi.

Semua kandungan pupuk organik yang dibutuhkan tanah untuk dapat meningkatkan produkstifitas tanaman semua tersedia di produk pupuk organik Merek GRAMOFERT dari PT. Sinar makmur Organik dengan spesifikasi sebagai berikut :

Manfaat dan Keunggulan Pupuk Organik Granul GRAMOFERT

  • Memperbaiki struktur dan tata udara tanah sehingga penyerapan unsur hara oleh akar tanaman menjadi lebih baik
  • Meningkatkan daya sangga air tanah sehingga ketersediaan air dalam tanah menjadi lebih baik
  • Menjadi penyangga unsur hara dalam tanah sehingga pemupukan menjadi lebih efisien
  • Sesuai untuk semua jenis tanah dan jenis tanaman

Kelebihan Dari Pupuk Organik Granul GRAMOFERT :

  1. Bentuk yang lebih sempurna dan tidak mudah hancur.
  2. Semakin Tahan lama dan Juga Mempermudah proses penyimpanan.
  3. Dengan Bentuk Granule untuk mengaplikasikan lebih mudah bersamaan atau terpisah dengan pupuk jenis NPK.
  4. Adanya Formula khusus sehingga tanaman bisa tumbuh dan juga berproduksi dengan hasil yang optimal.

Penggunaan

Penggunaan pupuk organik granul Gramofert pada tanaman pangan dan hortikultura diberikan seluruhnya pada pemupukan dasar, sedangkan pada tanaman keras diberikan pada awal dan akhir musim hujan

Spesifikasi

  • C-organik : Minimal 15%
  • C/N : ratio 15 – 25
  • Kadar air : Maksimal 8-20%
  • pH : 4 – 9
  • Warna : Coklat kehitaman
  • Bentuk : Granul

Dosis dan Penggunaan

  • Padi dan Palawijaya : 500 – 1.000 kg per ha
  • Hortikultura : 2.000 kg per ha
  • Tanaman keras : 3 kg per pohon
  • Tambak : 300 – 500 kg per ha

Sumber : https://kulonprogokab.go.id/v31/detil/3113/manfaat-penggunaan-pupuk-organik

CUKA KAYU (WOOD VINEGAR)

Cuka Kayu (Wood Vinegar) merupakan cairan organik yang dihasilkan dari proses kondensasi asap pembakaran biomassa seperti kayu. Cuka kayu juga disebut sebagai asap cair/pyroligneous acid. Cuka kayu terbentuk dari proses pembakaran tidak sempurna dari bahan yang mengandung lignosellulosa.

  1. Komponen Kimia dan Unsur Hara

Cuka kayu menghasilkan senyawa-senyawa yang memiliki efek antimikroba, antibakteri, dan antioksidan. Senyawa tersebut antara lain fenol (berfungsi sebagai antioksidan), karbonil (berfungsi sebagai pewarna dan citarasa produk), asam (berfungsi sebagai antibakteri), furan, alkohol dan ester. Adapun komposisi kimia cuka kayu yaitu :

  • Air                        = 11-92%
  • Fenol                  = 0.2-2.9%
  • Asam                  = 2.8-9.5%
  • Karbonil             = 2.6-4%
  • Tar                       = 1-7%

 

  1. Cuka kayu memiliki banyak manfaat diantara nya :

 

  • Menyediakan hara bagi tanaman (K, Na, Ca, Fe, B, Mg, N, P, C)
  • Penghambat pertumbuhan mikroba/jamur
  • Sebagai insektisida dan fungisida
  • Sebagai obat gatal pada kulit
  • Sebagai penghilang bau tidak sedap (anti mikroba dan anti bakteri)
  • Penyerap racun
  • Menghambat/membunuh bakteri
  • Sebagai pemberi rasa, aroma dan pengawet pada makanan (pengganti proses pengasapan  pada ikan asap)
  • Penggumpal karet
  • Penghilang Bau Lateks
  • Pengawet kayu (grade 3)

 

  1. Aplikasi cuka kayu dalam pertanian

Sudah banyak aplikasi produk cuka kayu untuk pertanian dunia. Sebagian besar menunjukkan bahwa cuka kayu bertujuan untuk menyediakan pertanian organik yang berkelanjutan.

  • Cuka kayu menggantikan pestisida kimia

Menurut penelitian, cuka kayu akan berpengaruh dalam proses membunuh hama bagi tanaman. Khususnya di Jepang, ini adalah metode populer untuk memperbaiki tanah dan membunuh hama.

Berkat kandungan dalam cuka kayu yang akan memiliki efek membatasi ulat atau menghilangkan jamur yang berbahaya bagi pohon. Ketika Anda mengencerkan cuka kayu 300 hingga 500 kali dan kemudian menyemprotkannya ke tanah, itu akan membantu tanaman tumbuh dengan kuat dan menghilangkan bakteri tanah sepenuhnya. Ini juga akan mengurangi jamur berbahaya hingga 40%.

Dalam kasus di mana cuka kayu harus digunakan dalam konsentrasi tinggi, cuka juga memiliki kemampuan untuk menghambat perkecambahan untuk membatasi pertumbuhan beberapa gulma. Karena itu, akan menggantikan banyak pestisida kimia yang digunakan di pasar. Namun pada kenyataannya efeknya tidak akan cepat, tetapi membawa efek jangka panjang dan yang terpenting tidak merusak lingkungan.

  • Meningkatkan pH tanah

Banyak orang menggunakan cuka kayu untuk menurunkan pH tanah yang disebabkan oleh pestisida kimia. Kandungan dalam cuka setelah masa pemakaian jelas akan meningkatkan kualitas tanah dan menurunkan pH untuk membantu tanah menjadi lebih subur.

  • Cuka kayu adalah pupuk organik yang meningkatkan hasil panen

Cuka kayu juga dianggap sebagai pupuk organik dengan efek yang baik untuk memperbaiki tanah dan meningkatkan hasil panen. Bila diencerkan dengan cuka kayu dengan perbandingan tertentu, akan memberikan nutrisi dan memperbaiki tanah dengan lebih baik. Pada saat yang sama, itu juga akan merangsang bakteri menguntungkan di dalam tanah untuk pertumbuhan dan kesuburan.

Menurut penelitian, penggunaan cuka kayu akan mengurangi hingga 38% jamur tanah dan membantu tanah menjadi bersih. Akibatnya, merangsang pertumbuhan tanaman.

Cuka kayu akan digunakan sebagai pupuk daun yang sangat baik untuk meningkatkan jumlah daun pada tanaman. Ini akan membantu menciptakan lebih banyak biomassa dan meningkatkan jumlah biji. Selain itu, juga merupakan faktor yang membantu merangsang perkecambahan dan pertumbuhan tanaman.

  • Pengawet yang aman

Cuka kayu juga merupakan bahan dengan kegunaan yang signifikan dalam pengawetan makanan. Karena mengandung senyawa dengan aktivitas biologis seperti fenolik, karbonil dan asam organik. Berkat itu, kemurnian tinggi bersama dengan sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang kuat.

  • Mengusir nyamuk dan serangga

Salah satu keuntungan besar dari produk cuka kayu adalah membantu mengusir serangga. Dalam komposisi cuka kayu mengandung Peternakan. Ini adalah salah satu pengusir nyamuk terbaik.

https://www.dpurwanto.com/2021/10/penerapan-cuka-kayu-untuk-pertanian.html

https://kmisfip2.menlhk.go.id/news/detail/1145