Cara Penggunaan Pupuk Organik GRAMOFERT untuk Tanaman Padi

GRAMOFERT merupakan salah satu pupuk organik granul yang diproduksi oleh PT Sinar Makmur Organik yang terbuat dari bahan limbah organik seperti dari limbah hewan ayam ataupun sapi. Pupuk organik granul gramofert ini diproses melalui tahapan fermentasi dengan menggunakan mesin semi automatis yang telah melalui serangkaian penelitian dan analisa laboratorium, sehingga menghasilkan produk pupuk yang berkualitas.

Salah satu fungsi pupuk organik ini adalah dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas dari tanaman padi. Untuk mendapatkan hasil yang efektif, ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Misalkan seperti keadaan tanah, pengendalian hama, pengelolaan air, waktu tanam dan lainnya.

Selain itu, hal terpenting adalah penggunaan pupuk harus dilakukan dengan cara yang tepat, dosis serta frekuensi yang tepat. Berikut ini cara penggunaan pupuk organik GRAMOFERT yang tepat:

Cara Penanaman Padi dan Pemupukan GRAMOFERT

1.  Persemaian

Hal pertama yang dilakukan adalah menyemaikan benih padi terlebih dahulu. Pastikan sebelum melakukan penyemaian, pilihlah benih padi yang unggul. Biasanya benih yang unggul memiliki ciri-ciri utuh, bersih, bebas dari kutu-kutuan, tidak kadaluarsa, akan lebih baik jika sudah bersertifikat resmi

Benih tersebut kemudian direndam dengan pupuk organik carir selama minimal 12 jam untuk memilih benih yang bagus. Setelah itu, lakukan proses persemaian benih dengan cara disebar pada lahan persemaian yang telah ditaburi dengan pupuk kandang. Lahan tersebut secara terus menerus harus diairi dengan kira-kira setinggi 1 cm.

2.  Pengolahan Tanah

Selama proses penyemaian juga dilakukan pengolahan tanah. Tanah tersebut dibajak dan dibalikkan, serta dilakukan penyiangan terhadap gulma. Sehingga tanah menjadi gembur dan agar proses pertumbuhan tanaman padi dapat lebih efektif.

3.  Pemupukan Dasar

Selanjutnya melalui proses pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk organik granul GRAMOFERT. Cara pemupukan tersebut yaitu dengan cara disebar dengan takaran 500 kg/Ha gramofert. Selain itu bisa juga ditambahkan dengan 150 kg/Ha NPK dan 50kg/Ha Urea.

4.  Perataan Tanah

Setelah dilakukan pemupukan dasar menggunakan pupuk organik gramofert dan pupuk NHK maka tanah diratakan. Setelah itu, sawah kemudian diairi dengan sistem pengairan macak-macak, yaitu tidak terlalu tergenang air. Hal tersebut dapat dibantu dengan membangun parit di sekeliling petakan sawah untuk membantu melakukan pengolahan air.

5.  Penanaman Bibit

Setelah tanah diratakan maka diamkanlah selama 3 hari agar pupuk dapat bekerja. Kemudian lakukan penanaman bibit yang dilakukan dengan menanamnya dalam kedalaman 1 hingga 2 cm. Menanam bibit padi yang terlalu dalam akan menyebabkan pembentukan anakan padi menjadi sulit dilakukan.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pemupukan dan Penanaman Padi

Setelah dilakukan penanaman bibit padi ada banyak hal yang harus diperhatikan agar pertumbuhan dan hasil panen dapat maksimal. Hal tersebut yaitu sebagai berikut:

  • Selama proses pertumbuhan padi, penyiangan harus dilakukan secara intensift minimal 4 kali.
  • Proses pemupukan pupuk organik gramofert dapat dilakukan pada saat fase vegetatif. Pemupukan dengan pupuk NHK dan urea dapat dilakukan dengan dosis sebagai berikut: pada umur 20 HST dengan dosis 150 kg/Ha NPK dan 50kg/Ha Urea. Serta pada saat umur 35 HST dengan dosis 100 kg/Ha urea.
  • Selama pertumbuhan vegetatai (umur 0-60 HST) ketinggian air maksimal 0,5 cm dan dilakukan dengan secara intermitten (terputus-putus), baru setelah lebih dari 60 HST dilakukan pengairan dengan ketinggian 2 cm.

Itulah bagaiman cara penanaman padi dan penggunaan pupuk organik granul GRAMOFERT dari PT Sinar Makmur Organik secara tepat. Dengan penggunaan yang tepat, maka diharapkan dapat menghasilkan panen yang berkualitas dan hasil yang maksimal.

Mengenal Apa Itu Organic Granula Fertilizer

Organic granula fertilizer adalah pupuk organik granul atau pupuk yang berbentuk butiran. Akhir-akhir ini peningkatan produktivitas pertanian tanpa merusak lingkungan telah menjadi isu penting yang menyebabkan penggunaan pupuk organik menjadi semakin populer. Hal ini dikarenakan metode pemupukan menggunakan bahan kimia memiliki efek negatif pada tanah, lingkungan dan kesehatan manusia.

Pemupukan sendiri merupakan hal penting yang dapat meningkatkan produksi tanaman. Kebutuhan nutrisi pada tanaman dapat dibantu dengan penggunaan pupuk yang diketahui dapat mempercepat pertumbuhan tanaman dan menjamin hasil yang lebih produktif. Nah, salah satu penggunaan pupuk yang sering digunakan adalah pupuk organic granul

Apa itu Organic Granula Fertilizer?

Organic granula fertilizer atau pupuk organik granul adalah pupuk organik padat berbentuk butiran yang terbuat dari bahan alami. Misalkan saja terbuat dari limbah industri, sisa panen seperti jerami, tongkol jagung dan lainnya, serta bisa juga menggunakan limbah industri, limbah kota dan sisa makanan.

Jenis pupuk ini dinilai lebih unggul dibandingakan dengan pupuk curah biasa, karena terbuat dari bahan baku yang berkualitas tinggi, memiliki kandungan unsur hara lebih lengkap, dan pelepasan unsur hara juga lebih terkendali yang dapat memperbaiki sifat kimia, fisik, dan biologi tanah dengan efektif.

Salah satu produsen pupuk organik adalah PT Sinar Makmur Organik, perusahaan ini memproduksi pupuk organik granul GRAMOFERT yang terbuat dari limbah hewan, dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis tanaman.

Kandungan pada Organic Granula Fertilizer

Pupuk organik granul biasanya dibuat sesuai dengan spesifikasi permentan yang berlaku. Bahan baku yang biasa digunakan yaitu berasal dari sisa hayati yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar dan mudah didekomposisi. Kandungan unsur hara pada pupuk ini biasanya terdiri dari unsur Zn, CU, Mn, Fe, B, Mo, Mg, Ca dan banyak lainnya.

Pupuk Organik granul memiliki tingkat kandungan air maksimal sebesar 15% dengan diameter butiran 2 sampai 5 mm, dengan warna biasanya hitam mendekati cokelat tua. Namun beberapa jenis pupuk ini juga diberi warna cerah seperti putih, kuning, merah, dan lainnya tergantung dari bahan coating yang digunakan.

Pengaplikasian Organic Granula Fertilizer

Pupuk organi k granul biasanya dapat diaplikasikan dengan mudah baik untuk lahan sawah, lahan kering, dan campuran media tanaman untuk tanaman hias dan hortikultura yang ditanam pada pot. Biasanya pupuk ini dapat digunakan untuk aneka tanaman semusim seperti jagung, padi, tebu, dan-lain lain, dapat juga untuk tanaman perkebunan seperti kopi, karet, kakao, kelapa sawit dan lain sebagainya.

Cara penggunaannya biasanya sudah ada petunjuk pengaturannya sendiri yang tertera pada kemasan. Penggunaan pupuk organik granul sangat memperhatikan dosis yang tepat, dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat, serta frekuensi pengaplikasiannya. Dengan begitu akan meningkatkan pencapaian produktivitas secara optimal dan maksimal.

Kebanyakan jenis pupuk ini diaplikasikan pada tanaman dengan cara disebar secara merata di permukaan tanah. Cara kedua bisa dilakukan dengan menempatkan pupuk di samping kanan atau kiri mendekati sistem perakaran. Selanjutnya, akan lebih baik jika dilakukan tahap penutupan pupuk dengan tanah, supaya meningkatkan kecepatan proses pemupukan.

Keuntungan Menggunakan Organic Granula Fertilizer

Menggunakan pupuk organik berbentuk granul dinilai memiliki banyak keuntungan yaitu sebagai berikut:

  • Meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman secara optimal
  • Menjaga kelestarian tanah dan menekan pengaruh negative terhadap kerusakan tanah
  • Menekan pemborosan kehilangan unsur hara di lahan pertanian
  • Menghemat lebih banyak waktu, tenaga, dan biaya karena mudah diaplikasikan, dan banyak keuntungan lainnya.

Itulah beberapa hal mengenai organic granula fertilizer. Jika anda hendak menggunakan pupuk jenis ini, pastikan memilih yang berkualitas, dan sudah jelas proses produksinya, seperti pupuk organik granul GRAMOFERT dari PT Sinar Makmur Organik.

Mengoptimalkan Pertumbuhan Tanaman dengan Pupuk Organik GRAMOFERT

Peningkatan produktivitas pertanian tanpa merusak lingkungan telah menjadi isu penting yang semakin sering dibicarakan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa penggunaan pupuk organik mengalami perkembangansalah satunya Pupuk organik granul. Pupuk organik sendiri merupakan jenis pupuk yang terbuat dari bahan alami baik dari hewan ataupun tumbuhan.

Penggunaan pupuk organik telah semakin meluas, seiring dengan kesadaran para petani akan kelestarian tanah. Hal ini dikarenakan pupuk organik dinilai lebih ramah lingkungan, tidak memiliki efek samping yang berbahaya, serta aman untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama jika dibandingkan dengan pupuk berbahan kimia.

Pupuk organik granul seperti GRAMOFERT merupakan salah satu jenis pupuk organik yang diproduksi untuk membantu memaksimalkan efektifitas pertumbuhan tanaman dengan cara yang lebih ramah lingkungan bagi berbagai komoditas pertanian. Pupuk ini memiliki berbagai keunggulan, mulai dari bahan baku yang digunakan, hingga proses produksi yang melalui serangkaian penelitian untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Mengenal Pupuk Organik GRAMOFERT

GRAMOFERT merupakan organic granula fertilizer atau pupuk organik yang berbentuk granul atau butiran dengan diameter antara 2 hingga 4,75 mm dan berwarna cokelat gelap. Pupuk ini terbuat dari limbah organik, misalkan seperti limbah hewan ayam, kotoran sapi dan bahan penambah terkait lainnya yang diroses melalui tahapan fermentasi.

Pembuatan pupuk organik granul ini dilakukan dengan mesin semi otomatis yang dikemas tidak hanya untuk pertanian seperti tanaman padi, namun juga bisa digunakan untuk tanaman sayuran, pohon kelapa, kelapa sawit, cengkeh, dan perkebunan karet, bahkan untuk perikanan.

Proses produksi pupuk organik ini telah melalui serangkaian penelitan, pengambilan sample dan analisis laboratorium untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Kandungan kompos dan bahan lainnya pada pupuk ini dapat bermanfaat untuk memperbaiki kondisi fisik, kimia, dan biologi pada tanah, sehingga proses pemupukan menjadi lebih efektif.

Kandungan Pupuk Organik GRAMOFERT

GRAMOFERT merupakan pupuk yang berbentuk granul atau butiran dengan warna pupuk cokelat gelap serta mengandung bahan organik dan bahan pembenah tanah lainnya. Kandungan bahan tersebut meliputi C-Organik sebanyak 23,22%, C/N ratio sebanyak 21,30% dan kandungan NPK sebesar 6,35%. Selain itu pupuk organik ini juga memiliki kandungan pH sebesar 8,40 yang berperan sebagai penyeimbang keasaman tanah.

Salah satu produsen pupuk organik granul adalah PT SINAR MAKMUR ORGANIK, Perusahaan berbentuk Perseroan yang bergerak di bidang perindustrian dan perdagangan di sektor pertanian yang komprehensif dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional dengan memproduksi Pupuk Organik Granul yang didirikan pada Tahun 2010 yang berlokasi di Jl. Raya Malingping-Saketi KM. 10 Desa Cipeundeuy Kab. Lebak Banten 42391.

Kandungan tersebut menjadi sebuah solusi yang paling tepat dalam meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur tanah seiring dengan semakin rendahnya kandungan organik pada lahan pertanian dan perkebunan.

Keunggulan Pupuk Organik GRAMOFERT

Ada banyak manfaat dari penggunaan pupuk organik GRAMOFERT, yaitu sebagai berikut:

  • Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur dan stabil. Hal ini membuat proses oksidasi dapat berjalan dengan lebih baik dan penyerapan unsur hara pada tanaman menjadi lebih mudah.
  • Meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat air, sehingga dapat berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah.
  • Memperbaiki keseimbangan ekosistem di sekitar akar tanaman. Sehingga mikrooganisme baik dapat tumbuh yang kemudian dapat bermanfaat bagi kehidupan tanaman.
  • Mengurangi tingkat keracunan dan kerusakan tanah yang diakibatkan logam berat karena penggunaan bahan kimia dan pestisida.
  • Meningkatkan kapasitan penukaran nilai kation pada tanah, sehingga mengurangi penggunaan pupuk anorganik, dan masih banyak manfaat lainnya.

Kesimpulannya, GRAMOFERT adalah pupuk organik granul yang dibuat dari bahan limbah dan memiliki berbagai kandungan baik yang berguna untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanah. Pupuk organik ini diproduksi melalui serangkaian proses penelitian dan analisis laboratorium, sehingga dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Pupuk Organik GRAMOFERT

Pupuk Organik Keunggulan Pupuk GRAMOFERT

Pupuk Organik Granul GRAMOFERT
Pupuk Organik Granul GRAMOFERT
Pupuk Organik Granul
Bentuk Pupuk Organik

Pupuk Organik- Pupuk Organik GRAMOFERT (Granul Malingping Fertilizert) adalah zat hara tanaman yang berasal dari bahan organik tersusun dari material kotoran ayam, kotoran sapi, blotong, kaptan dan mikroba yang sudah dipermentasi dengan mengutamakan standar kualitas produk yang unggul dalam tahapan produksinya, sebelum dipasarkan Pupuk Organik GRAMOFERT dilakukan Uji Mutu dan Uji Efektifitas oleh Laboratorium Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran Bandung.

 

Uji Mutu dan Uji Efektifitas adalah prosed

ur yang wajib dilaksanakan oleh setiap produsen pupuk sebelum produk tersebut dapat dipasarkan. Hasil Uji Mutu dan Uji Efektivitas merupakan ketentuan dari Kementerian Pertanian yang dimaksudkan untuk melindungi konsumen dalam hal ini petani dari pengaruh buruk akibat penggunaan pupuk yang tidak sesuai. Penilaian keefektifan pupuk lebih ditekankan pada aspek teknis-agronomis. Pengujian Mutu dan Efektivitas pupuk organik ini dimaksudkan untuk mengetahui berapakah dosis yang memberikan efek produktivits tertinggi terhadap tanaman. Introduksi dosis yang bervariasi dari level terkecil sampai tertinggi juga dikaitkan dengan keuntungan usahatani padi sawah pada level pemupukan tersebut.

  • SINAR MAKMUR ORGANIK adalah Perusahaan berbentuk Perseroan yang bergerak di bidang perindustrian dan perdagangan di sektor pertanian yang komprehensif dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional dengan memproduksi Pupuk Organik Granul yang didirikan pada Tahun 2010 yang berlokasi di Jl. Raya Malingping-Saketi KM. 10 Desa Cipeundeuy Kab. Lebak Banten 42391.
  • SINAR MAKMUR ORGANIK Mempunyai keyakinan akan dapat memenuhi seluruh kebutuhan pupuk organik untuk para petani baik sekarang maupun dimasa yang akan datang.

Berbekal dengan pengalaman lebih dari 12 tahun bermitra dengan Perusahaan BUMN dalam hal memproduksi Pupuk Organik bersubsidi dengan merek dagang Petroganik didukung oleh sumber daya manusia dan bahan baku yang berkualitas dengan fasilitas pendukung Lab Uji kualitas  secara berkala.

Keunggulan dan Manfaat Pupuk Organik Granul GRAMOFERT

Keutamaan pupuk organik “GRAMOFERT” ini disamping mengandung unsur hara mikro yang tidak dimiliki oleh pupuk anorganik, juga memiliki kandungan unsur hara P yang relatif lebih tinggi dibandingkan pupuk organik lainnya yakni sebesar 4,90% serta mengandung 1,09% N dan 0,36% K. Melalui penggunakan pupuk organik ini, diharapkan akan mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik dalam sistem budidaya yang berlangsung.

  • Memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan sehat sehingga unsur hara dapat diserap akar tanaman.
  • Meningkatkan daya simpan air tanah sehingga ketersediaan air dalam tanah menjadi lebih banyak
  • Menjadi penyangga unsur hara dalam tanah sehingga pemupukan menjadi lebih efektif dan ekonomis
  • Dapat digunakan untuk semua jenis tanah dan jenis tanaman

Kelebihan Dari Pupuk Organik Granul GRAMOFERT :

  • Bentuk granul yang lebih sempurna dan tidak mudah hancur.
  • Semakin Tahan lama dan Juga Mempermudah proses penyimpanan.
  • Dengan Bentuk Granul lebih mudah dalam mempergunakannya bersamaan maupun terpisah dengan pupuk anorganik
  • dapat memberikan efektivitas terhadap hasil tanaman
  • diperkaya mixroba

Hasil Uji Mutu GRAMOFERT

Pupuk organik merk “GRAMOFERT” dari PT Sinar Makmur Organik mengandung sejumlah unsur hara (UH) diatas persyaratan uji mutu. Hal ini dapat kita lihat dari kadar C-organik, kadar air, hara makro, hara mikro, pH, dan parameter lainnya. Pupuk organik merk “GRAMOFERT” memiliki kadar Kandungan sebagai berikut :

C-organik sebesar 23,22%; kadar air 8,80%; hara makro (N sebesar 1,09%; P sebesar 4,90%; K sebesar 0,36%); hara mikro (Fe tersedia sebesar 6,55 ppm; total Fe sebesar 6938,89 ppm; Zn sebesar 403,14 ppm); pH 8,40 dan ukuran butir 89,42%. Untuk analisis lainnya memberikan nilai tidak terdeteksi untuk logam berat As dan Hg sedangkan Pb, Cd, Ni dan Cr masing-masing memiliki nilai berturut-turut 9,71 ppm; 0,62 ppm; 44,28 ppm; dan 104,25 ppm yang berada dalam batas ambang toleransi sehingga aman bagi lingkungan ketika diaplikasikan di lapangan

 Cara Penggunaan Pupuk Organik GRAMOFERT

Ditaburkan sebagai pupuk dasar saat pengolahan lahan terakhir

  • Pangan 500.Kg/Hektar
  • Hortikultura 2.000.Kg/Hektar
  • Perkebunan 2-3 Kg/Pohon
  • Perikanan 500.Kg/Hektar

 

MANFAAT PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK

Sejarah penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian daripada sejarah pertanian. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah dimulai sejak permulaan manusia mengenal bercocok tanam, yaitu sekitar 5.000 tahun yang lalu. Bentuk primitif dari penggunaan pupuk salah satunya pupuk organik granul dalam memperbaiki kesuburan tanah dimulai dari kebudayaan tua manusia di daerah aliran sungai-sungai Nil, Efrat, Indus, Cina, dan Amerika Latin. Lahan-lahan pertanian yang terletak di sekitar aliran-aliran sungai tersebut sangat subur karena menerima endapan lumpur yang kaya hara melalui banjir yang terjadi setiap tahun.

Di Indonesia, pupuk organik sudah lama dikenal para petani. Penduduk Indonesia sudah mengenal pupuk organik sebelum diterapkannya revolusi hijau di Indonesia. Setelah revolusi hijau, kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis menggunakannya, jumlahnya jauh lebih sedikit dari pupuk organik, harganya pun relatif murah dan mudah diperoleh.

Kebanyakan petani sudah sangat tergantung pada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian. Tumbuhnya kesadaran para petani akan dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan telah membuat mereka beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.

Pupuk organik sendiri merupakan pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya.

Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

Berbagai hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif menurun produktivitasnya dan telah mengalami degradasi lahan, terutama terkait dengan sangat rendahnya kandungan karbon organik dalam tanah, yaitu 2%. Padahal untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan karbon organik sekitar 2,5%.

Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan. Sumber bahan untuk pupuk organik sangat beranekaragam, dengan karakteristik fisik dan kandungan kimia yang sangat beragam sehingga pengaruh dari penggunaan pupuk organik terhadap lahan dan tanaman dapat bervariasi.

Selain itu, peranannya cukup besar terhadap perbaikan sifat fisika, kimia biologi tanah serta lingkungan. Pupuk organik yang ditambahkan ke dalam tanah akan mengalami beberapa kali fase perombakan oleh mikroorganisme tanah untuk menjadi humus. Bahan organik juga berperan sebagai sumber energi dan makanan mikroba tanah sehingga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tersebut dalam penyediaan hara tanaman.

Penambahan bahan organik di samping sebagai sumber hara bagi tanaman, juga sebagai sumber energi dan hara bagi mikroba. Bahan dasar pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman sedikit mengandung bahan berbahaya. Penggunaan pupuk kandang, limbah industri dan limbah kota sebagai bahan dasar kompos berbahaya karena banyak mengandung logam berat dan asam-asam organik yang dapat mencemari lingkungan.

Selama proses pengomposan, beberapa bahan berbahaya ini akan terkonsentrasi dalam produk akhir pupuk. Untuk itu diperlukan seleksi bahan dasar kompos yang mengandung bahan-bahan berbahaya dan beracun (B3). Pupuk organik dapat berperan sebagai pengikat butiran primer menjadi butir sekunder tanah dalam pembentukan pupuk. Keadaan ini memengaruhi penyimpanan, penyediaan air, aerasi tanah, dan suhu tanah. Bahan organik dengan karbon dan nitrogen yang banyak, seperti jerami atau sekam lebih besar pengaruhnya pada perbaikan sifat-sifat fisik tanah dibanding dengan bahan organik yang terdekomposisi seperti kompos.

Pupuk organik memiliki fungsi kimia yang penting seperti penyediaan hara makro (nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur) dan mikro seperti zink, tembaga, kobalt, barium, mangan, dan besi, meskipun jumlahnya relatif sedikit.[8] Unsur hara makro dan mikro tersebut sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, terutama bagi pencinta tanaman hias. Banyak para pelaku hobi dan pencinta tanaman hias bertanya tentang komposisi kandungan pupuk dan prosentase kandungan nitrogen, fosfor dan kalium yang tepat untuk tanaman yang bibit, remaja, atau dewasa/indukan.

Dengan demikian, penggunaan Pupuk Organik mempunyai banyak manfaat apabila diaplikasikan dalam pemupukan lahan tanaman pertanian. Adapun penekanan pemakaian pupuk organik secara kontinu dan berkesinambungan akan memberikan keuntungan dan manfaat dalam pemakaian jangka panjang :

  1. Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman.
  2. Pupuk organik berperan dalam pelepasan hara tanah secara perlahan dan kontinu sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang dapat membuat tanaman menjadi keracunan.
  3. Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman
  4. Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah dalam arti komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji.
  5. Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara.
  6. Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah.
  7. Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah
  8. Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan.
    Namun demikian, perlu juga disadari bahwa keuntungan dan manfaat ganda diatas yang tidak didapatkan dalam pemakaian murni dengan pupuk anorganik/buatan/kimia. Langkah terbaik adalah mengkombinasikan pemakaian pupuk kimia dengan pupuk organik secara tepat sehingga tujuan awal untuk menambah kesuburan tanah dan peningkatan produktiftas tanaman pertanian terbukti nyata, atau penggabungannya disebut dengan Fisika, Kimia dan Biologi.

Semua kandungan pupuk organik yang dibutuhkan tanah untuk dapat meningkatkan produkstifitas tanaman semua tersedia di produk pupuk organik Merek GRAMOFERT dari PT. Sinar makmur Organik dengan spesifikasi sebagai berikut :

Manfaat dan Keunggulan Pupuk Organik Granul GRAMOFERT

  • Memperbaiki struktur dan tata udara tanah sehingga penyerapan unsur hara oleh akar tanaman menjadi lebih baik
  • Meningkatkan daya sangga air tanah sehingga ketersediaan air dalam tanah menjadi lebih baik
  • Menjadi penyangga unsur hara dalam tanah sehingga pemupukan menjadi lebih efisien
  • Sesuai untuk semua jenis tanah dan jenis tanaman

Kelebihan Dari Pupuk Organik Granul GRAMOFERT :

  1. Bentuk yang lebih sempurna dan tidak mudah hancur.
  2. Semakin Tahan lama dan Juga Mempermudah proses penyimpanan.
  3. Dengan Bentuk Granule untuk mengaplikasikan lebih mudah bersamaan atau terpisah dengan pupuk jenis NPK.
  4. Adanya Formula khusus sehingga tanaman bisa tumbuh dan juga berproduksi dengan hasil yang optimal.

Penggunaan

Penggunaan pupuk organik granul Gramofert pada tanaman pangan dan hortikultura diberikan seluruhnya pada pemupukan dasar, sedangkan pada tanaman keras diberikan pada awal dan akhir musim hujan

Spesifikasi

  • C-organik : Minimal 15%
  • C/N : ratio 15 – 25
  • Kadar air : Maksimal 8-20%
  • pH : 4 – 9
  • Warna : Coklat kehitaman
  • Bentuk : Granul

Dosis dan Penggunaan

  • Padi dan Palawijaya : 500 – 1.000 kg per ha
  • Hortikultura : 2.000 kg per ha
  • Tanaman keras : 3 kg per pohon
  • Tambak : 300 – 500 kg per ha

Sumber : https://kulonprogokab.go.id/v31/detil/3113/manfaat-penggunaan-pupuk-organik